Kreasi Ketapang Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
FOMDA Kalbar Soroti Lambannya Penanganan Teror Beruntun di Air Upas Literasi sebagai Jalan Emansipasi: Refleksi dari TBM Sahabat Cita Khatulistiwa Pengacara Meigi Alrianda Soroti Kejanggalan Fatal Penyidikan Narkotika di PN Pontianak Jaringan Rumah Diskusi Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Puluhan Pemuda Pontianak Serukan “Papua Bukan Tanah Kosong” Lonjakan Pinjol dan Rendahnya Literasi Keuangan Jadi Ancaman Ekonomi Rumah Tangga INFRASTRUKTUR DI DESA BALAI AGAS MELAWI MEMPRIHATINKAN: GMKI MENDESAK PEMERINTAH SEGERA TINDAK LANJUTI

Ketapang

Kreasi Ketapang Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru

badge-check


					Kreasi Ketapang Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru Perbesar

Gagasankalbar.com – Kreasi Ketapang menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pejabat Pendidikan dan Guru dalam Penelitian Sederhana serta Penerapan Praktik Baik Berbasis Bukti pada Kamis, 25 September 2025, bertempat di Aula Meranti Borneo Hotel. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PW Muhammadiyah Kalbar Amrazi Zakso dan Dosen Universitas PGRI Nurhadianto.

Dalam materinya, Amrazi Zakso menekankan pentingnya penelitian sederhana (mini riset) bagi para pendidik. Menurutnya, di banyak negara, mini riset bisa dilakukan bahkan hanya oleh satu orang peneliti. “Kalau di Indonesia itu sering dianggap lucu, padahal di luar negeri hal tersebut sudah sangat biasa. Saya pernah meneliti persoalan guru terkait komitmen profesional, seperti masalah kedisiplinan waktu. Mini riset seperti ini lingkupnya sederhana, bisa selesai hanya dalam dua bulan, dengan analisis deskriptif dan laporan yang ringkas,” jelas Amrazi.

Sementara itu, Nurhadianto menyampaikan materi tentang praktik baik numerasi di sekolah. Ia menekankan bahwa pembelajaran numerasi seharusnya dikemas secara kreatif agar lebih dekat dengan kehidupan anak. “Misalnya pengurangan dan penjumlahan bisa diajarkan dengan berbagai cara. Anak lebih senang belajar sambil bermain dan bergerak. Guru bisa memanfaatkan uang mainan, menghitung langkah, dan aktivitas lain yang menyenangkan. Dengan begitu, numerasi terasa dekat, dan anak lebih percaya diri saat menghitung,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong guru dan pejabat pendidikan di Kabupaten Ketapang untuk lebih berani melakukan penelitian sederhana serta menerapkan praktik pembelajaran berbasis bukti. Selain itu, kreativitas guru juga menjadi kunci dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif bagi siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Literasi sebagai Jalan Emansipasi: Refleksi dari TBM Sahabat Cita Khatulistiwa

21 April 2026 - 08:45 WIB

Diskusi Publik Literasi “Literasi Sebagai Pilar Generasi Emas Indonesia 2045” Sukses Terlaksana

20 April 2026 - 11:39 WIB

Kolaborasi Wakaf Al-Azhar dan Mitra Lokal Perkuat Literasi Al-Qur’an di Kalbar

13 April 2026 - 10:52 WIB

Pelantikan REI Ketapang–Kayong Utara 2025–2028 Dorong Ekonomi Daerah

13 April 2026 - 09:51 WIB

TBM Sahabat Cita Khatulistiwa Perkuat Generasi Muda Literasi dengan Membaca

12 April 2026 - 10:53 WIB

Trending di Ketapang